Sabar Sedang Mencari...
Minggu, 28 Oktober 2012

Puisi Jeritan Bayi ABORSI



Ibu... aku bahagia sekali. Tempat ini hangat dan nyaman meski pun gelap. Tapi biarlah, aku merasa senang sekali berada disini karena Allah telah memilihkan tempat ini, tempat dimana aku bisa melihat senyum indah Ibu dan mendengar suara Ibu. Tapi hari ini aku bertanya, mengapa Ibu menangis? Adakah yang membuat Ibu sedih dan terluka?Malam ini Ibu kembali menangis, tapi tangisanmu lebih semakin menjadi-jadi. Aku lebih kaget karena Ibu tiba-tiba memukul ku yang masih dalam perutmu. Aku kaget sekali Ibu. Ingin rasanya aku memelukmu dan bertanya kenapa kau bersedih dan melakukannya? Aku juga ingin bertanya, siapa yang telah membuatmu bersedih, Ibu? Kau terus memukulku, sakit Bu.. sakit... Kau juga memakiku. Apa salahku, Bu.. Beritahu pada ku, apa salahku? Aku juga mendengar kau terus berteriaki nama seseorang yang kau sebut sebagai "ayahku".
Ibu betapa sedihnya aku melihat keadaanmu seperti ini. Ingin rasanya aku mengusap air mata yang terus mengalir di pipimu, aku ingin membelai wajahmu, dan ingin ku katakan bahwa aku sayang padamu. Tapi tenang Ibu, aku berjanji, jika ku tumbuh dewasa nanti, aku tidak akan membiarkan satu orang pun membiarkanmu menangis. Aku akan benar-benar membahagiakanmu nanti. Ibu bisa pegang janji malaikat kecilmu ini. Allah, kenapa seharian ini Ibu ku terus menangis? Ibu..apakah aku menyakitimu, apa salahku?
Ibuuuu..benda apa ini..
Sakiitt Bu..
Tolong usir benda yang terus menarikku ini. Sakit Bu.. Dia menyakitiku, dia terus menyakitiku.
Tolooongg aku Ibu.. sakiiittt
Ibu, apakah kau tak mendengar jeritan kesakitanku? Apakah kau tega membiarkan benda ini terus melukaiku, menyakitiku?
Ibu..benda terus menarikku, menarik kepalaku, dan terasa akan terpisah dengan leherku.
Hentikan semua ini Ibu, rasanya tak kuat lagi Ibu..
Tolong aku, Ibu..
Ibu...aku...benar...benar...sekarat Ibuku sayang... tahukah kamu, dimana kini aku berada? Aku disamping Allah. Aku kini bersama Nya di surga. Ibu, saat aku bertanya pada-Nya apakah aku terbunuh karena benda itu atau hal lain, Dia menjawab "Kau diaborsi"
Aku tak mengerti, apa itu aborsi. Apakah benda itu yang bernama aborsi, aku tak tahu Ibu.
Yang aku tahu benda itu menyakitiku dan itu membuatku teramat sedih. Aku tak bisa melihat wajahmu dengan dekat, aku juga tak bisa melihat senyum indahmu sedekat dulu, Ibu.
Kini aku tak sendirian di surga. Aku memiliki banyak teman, Ibu.
Ibu, teman-temanku bilang, kalau aku tak diinginkan, aku tak diperbolehkan hidup didunia. Mereka juga bilang, kalau ibu malu memilikiku.
Benarkah itu, Ibu? Tapi aku tak percaya, Ibu sangat baik dan sayang padaku. Aku tak percaya mereka, Ibu.
Itu tidak benarkan, Ibu? Aku malaikat kecilmu, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia.
Tapi, kenapa mereka bilang, kau lah yang telah membunuhku?
Tidak!! Ibuku tak sekejam itu, ibuku amat sayang padaku. Ibuku orang yang baik dan lembut serta penuh kasih sayang.
Maafkan aku Ibu karena tak bisa memenuhi janjiku. Aku tak mampu bertahan. Benda itu terus membuatku sakit dan aku tak kuat menahan rasa sakitku. Benda itu telah mencengkram seluruh tubuhku. Maafkan aku karena tak bisa berada disisimu lagi. Allah telah membawaku ke sini karena kejadian itu. Sekali lagi maafkan aku Ibu.
Ibu.. sebenarnya aku tak ingin pergi darimu. Aku ingin selalu berada di dekatmu. Aku ingin selalu
berada dalam pelukan hangatmu.

Ibuku sayang...

Walaupun aku belum sempat melihat wajahmu lebih jelas, walaupun aku belum sempat melihat dunia, walaupun aku belum sempat merasakan bernafas, sangat ingin aku katakan kalau "Aku sayang Ibu". Biarlah rasa sakit itu aku tanggung sendiri, asalkan Ibu jangan pernah merasakan apa telah aku rasakan.
Ibuku sayang...
Maafkan aku karena gagal menjadi malaikat kecilmu yang akan membuatmu bahagia. Maafkan aku, Ibu..

Selamat Tinggal Ibu.. !!

1 komentar:

berkomentarlah dengan sopan jika tidak punya blog/ website silahkan pakai :

name/ URL > lalu isi URL-nya dengan akun yang anda miliki.

terimakasih atas kerja samanya